, ,

Transformasi UMKM Gresik: Menembus Pasar Internasional dengan Ekspor Kulit Ikan Hiu dan Pari ke Hong Kong

Posted by

Gresik memiliki banyak pelaku UMKM yang bergerak di berbagai sektor, salah satunya adalah pengolahan hasil laut. Keberadaan UMKM di Gresik sangat strategis, berkat letak geografis kota ini yang berbatasan langsung dengan laut, hal ini memberikan peluang bagi para pelaku UMKM untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah, termasuk ikan hiu dan pari.

Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah melakukan pelepasan ekspor produk lokal hasil UMKM di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Produk olahan kulit hiu dan pari diproduksi oleh UD Sinarjaya milik Kasdi. Produk yang diekspor ke Hong Kong dikemas dalam kontainer 5,5 ton dengan nilai 27.000 USD atau Rp 450 juta (kurs Rp 15.000). Produk kulit hiu yang diekspor tersebut telah berhasil lolos proses verifikasi Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perairan (BKIPM) Surabaya II dan dinyatakan sah dan legal.

Berani mengambil langkah besar

Hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa dibalik kehidupan masyarakat pesisir Gresik terdapat potensi ekonomi yang sangat besar dari kulit hiu dan pari. UMKM di Gresik, dengan dukungan penuh dari pemerintah setempat, berhasil mengkonversi bahan baku tersebut menjadi produk yang siap bersaing di pasar internasional.

Hong Kong merupakan salah satu pusat bisnis dunia, terkenal dengan selera tinggi terhadap produk-produk berkualitas. Dengan berhasil menembus pasar tersebut, UMKM Gresik tidak hanya membuktikan kualitas produknya tetapi juga berani mengambil langkah besar ke depan.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal KPPBC Gresik, Darmansyah, menjelaskan bahwa pendampingan kepada UMKM telah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu, termasuk melalui program klinik ekspor yang diinisiasi oleh Kantor Bea dan Cukai. Selain itu, Kantor Bea dan Cukai Gresik juga dapat memfasilitasi UMKM dalam mencari pembeli dari luar negeri, seperti Singapura, Hong Kong, dan negara lainnya.

Potensi barang mentah di Indonesia juga menjadi perhatian, dan UMKM diharapkan dapat menjadikannya sebagai target untuk meningkatkan nilai produk olahan saat diekspor. Dengan demikian, diharapkan bahwa ekspor produk-produk UMKM lokal dapat memberikan manfaat yang lebih luas, terutama bagi masyarakat di Randuboto dan sekitarnya.

Sejak tahun 2020 kami punya kelas klinik ekspor. Ini sesuai dengan tugas dan fungsi kami sebagai pendamping ekspor UMKM dalam negeri. Kami mendidik dan mengajari bagaimana UMKM itu bisa mempunyai kemampuan ekspor,” ujarnya.

Turut hadir dalam pelepasan ekspor ini adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Ahmad Washil Miftahul Rahman, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya II, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan M. Nadlelah, Forkopimcam Sidayu, Kepala Desa Randuboto Andhy Sulandra, pelaku UMKM dari UD Sinarjaya, dan tamu undangan lainnya.

Dengan berhasil menembus pasar Hong Kong, salah satu hub bisnis dan kuliner Asia, UMKM Gresik telah menempatkan diri di peta perdagangan internasional. Namun, ini bukanlah akhir dari perjalanan mereka. Dengan semangat dan determinasi yang tinggi, UMKM Gresik siap untuk mengejar pasar-pasar lainnya, membawa nama Indonesia ke berbagai penjuru dunia.

Kisah UMKM Gresik adalah bukti bahwa dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi, batasan hanya ada dalam pikiran. Di era globalisasi saat ini, peluang terbuka lebar bagi siapa saja yang berani bermimpi dan bertindak. Semoga sukses UMKM Gresik menjadi inspirasi bagi banyak daerah lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan berkembang.

 

Sumber berita:

money.kompas.com

www.beritasatu.com

Sumber foto:

Kab. Gresik, melalui website money.kompas.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *