, , ,

Pentingnya Mendukung Nelayan Rajungan dalam Ekspor ke Luar Negeri

Posted by

Nelayan merupakan para pekerja yang memberikan peran paling besar dalam sektor perdagangan biota laut, salah satunya kepiting Rajungan.

Nelayan merupakan para pekerja yang memberikan peran paling besar dalam sektor perdagangan biota laut, salah satunya kepiting Rajungan. Siapa sih yang masih asing dengan nama hewan laut ini yang kerap menjadi santapan lezat di meja makan maupun restoran seafood.

Nama rajungan (Portunus spp.) terus meroket dari waktu ke waktu, baik di dalam atau luar negeri. Komoditas yang masuk famili krustasea itu selalu disandingkan dengan kepiting (Scylla spp.), karena bercita rasa lezat, gurih, dengan tekstur daging yang sangat lembut (Mongabay, 2023).

Perairan Laut Jawa adalah salah satu perairan di Indonesia yang memiliki potensi sumber daya ikan (SDI) dengan komoditas spesifik rajungan (Portunus spp.). Selama bertahun-tahun, perairan yang masuk Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 712 itu dikenal sebagai pemasok Rajungan, baik untuk pasar domestik maupun internasional (Mongabay, 2023).

 

Usaha Memajukan Kesejahteraan Nelayan dan Ekspor Rajungan

Potensi Rajungan dalam bidang ekspor ini tentunya mendapat perhatian dari pemerintah. Usaha komoditas nelayan rajungan diberikan dukungan agar ekspor tetap berjalan maksimal dan kesejahteraan pekerja juga terjamin.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan berbagai upaya untuk memasarkan produk rajungan Indonesia. Hal ini guna mendorong kesejahteraan masyarakat yang melakukan budidaya komoditas tersebut. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pun mendorong jajarannya untuk meningkatkan produksi rajungan (Okezone, 2024).

Dengan adanya peningkatan usaha dalam ekspor rajungan, komoditas ini mampu memberikan penghidupan bagi sekitar 90.000 nelayan rajungan dan 180.000 pengupas yang mengolah rajungan (Okezone, 2024). 

Ditjen PDSPKP dengan Forkom dan Fishlog, Budi memastikan kehadiran KKP dalam fasilitasi penguatan kelembagaan dan akses pasar, terutama untuk menjembatani dalam mendapatkan harga yang lebih fair dan transparan.

Selain itu, bersama dengan SFP dan Fishlog sedang memfasilitasi Forkom dalam pengembangan usaha rajungan yang memenuhi sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan. Selanjutnya, melakukan pendampingan dalam mengembangkan ekosistem bisnis, termasuk membangun networking ke lembaga keuangan dan pemasaran (Okezone, 2024).

 

Pasar Ekspor Potensial Bagi Para Komoditas Rajungan

Permintaan pasar global akan kepiting rajungan cukup tinggi sehingga membuat komoditas ini menjadi salah satu prioritas KKP. Bagaimana tidak, nilai ekspor rajungan mencapai USD 448 juta pada tahun 2023 (Okezone, 2024). 

Rajungan dari Indonesia banyak dikirim ke Asia Timur dan bahkan benua Amerika. Contohnya, ekspor rajungan dari Cirebon banyak dikirim ke Jepang, Korea dan Cina (Republika, 2023). Kemudian komoditas rajungan di daerah Lampung banyak mengirim ke Amerika Serikat dan mampu menghasilkan 418 miliar rupiah pada tahun 2022 (Antaranews, 2023).

Indonesia memang kaya akan sumber daya alam khususnya keanekaragaman biota laut yang bisa menjadi komoditas ekspor yang menjanjikan. Dengan adanya dukungan pemerintah serta masyarakat untuk terus menggerakkan komoditas ekspor dalam negeri seperti rajungan ini, kita bisa semakin memperkuat ekonomi bangsa. 

Goorita terlebih lagi akan terus mendukung segala bentuk usaha komoditas maupun UMKM yang berniat untuk melakukan ekspor atau melebarkan pasarnya ke luar negeri. Dengan menggunakan jasa yang telah disiapkan Goorita, ekspor barang ke berbagai negara bukanlah sebuah hambatan malah menjadi kesempatan besar. Terutama kita bisa membantu dalam hal cek regulasi di negara tujuan dan bantu pelaku usaha untuk urus legalitas yang diperlukan di negara tujuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *