, , , , ,

Sisa 3 Hari Lagi, Pekan Raya Jakarta 2023 Akan Berakhir!

Posted by

Ayooo.. Siapa yang belum ke PRJ Kemayoran sampai sekarang? Kalo belum, cus beli tiketnya dan belanja sepuasnya dengan produk-produk atau barang yang lagi di SALE disana!

Soal PRJ ini udah pernah kita bahas di artikel sebelumnya (Baca disini: https://info.goorita.com/goorita-membawa-kelezatan-brand-lokal-fmcg-makanan-dan-minuman-ke-pekan-raya-jakarta-2023/)

Penulis punya salah satu teman yang suka banget dateng ke PRJ, kalau dia bisa cuti sebulan di tempat kerjanya, udah pasti destinasi yang akan dia kunjungi ya PRJ Kemayoran. Penulis sering nanya, kenapa sih suka banget ke PRJ, apalagi PRJ kan ruameeeee bangettttttt.. Dia selalu jawab “SERU TAU”! Seru? Yap, seru katanya. Apalagi dia suka desak-desakan, suka belanja makanan atau barang-barang di PRJ meskipun itu udah dia beli sebelum-sebelumnya. Tak hanya itu, adanya konser atau festival musik di PRJ ngebuat dia semakin bersemangat berdiri di barikade agar lebih dekat sama musisi tersebut.

Mungkin untuk orang-orang extrovert, hal itu bener-bener menyenangkan, tapi kalo untuk orang introvert mungkin menyesakkan ya. Balik lagi ke preferensi, sih! Hehehe..

Sebelum kita bahas lebih jauh tentang salah satu event TERBESAR di Jakarta ini, Penulis mau ingetin buat kalian kalau dateng ke PRJ jangan lupa MAMPIR ke BOOTH GOORITA di HALL B3 – C3 NO. 35 PERSIS DI DEPAN BOOTH BANDAR KARPET, serius loh. Kalian kudu wajib banget dateng karna apa? Produk-produk Goorita yang dijual disana enggak dijual di tempat lain, promo yang bisa kalian dapetin juga cuma di Booth itu, promonya apa aja? Cek disini: https://vt.tiktok.com/ZSLfGMCVy/  KAPAN LAGI BELANJA DI PRJ 50.000 UDAH DAPET BANYAK?

Oke, bicara soal PRJ (lagi), tau gak sih sejarah awal adanya PRJ?

Jakarta Fair (PRJ) pertama kali digelar di kawasan Monas pada 5 Juni hingga 20 Juli 1968 dan dibuka oleh Presiden Soeharto dengan pelepasan burung merpati. Nama PRJ pertama ini adalah DF, yang berasal dari Djakarta Fair (ejaan lama). Lambat laun, ejaannya berubah menjadi “Jakarta Fair” dan sekarang yang lebih populer dengan sebutan Pekan Raya Jakarta.

Awal ide ini pertama kali diciptakan oleh Syamsudin Mangan atau yang lebih dikenal dengan Haji Mangan yang saat itu menjabat sebagai Ketua KADIN (Kamar Dagang dan Industri) dan mengusulkan acara pameran besar untuk meningkatkan komersialisasi produksi dalam negeri. Saat itu ia mulai naik jabatan menjadi Gubernur DKI G30S/1965 yang dijabat oleh Ali Sadikin atau lebih dikenal dengan Bang Ali pada tahun 1967.

Singkat cerita, Haji Mangan terinspirasi dari berbagai event pameran bertaraf internasional yang sering ia hadiri saat masih menjadi perusahaan tekstil, serta pasar malam Gambir yang selalu ramai pengunjung. Pemprov DKI menyambut baik gagasan ini dan langsung meraih sukses dengan membentuk panitia sementara yang dipimpin oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang diketuai Haji Mangan.

Agar lebih resmi, Pemda DKI mengeluarkan Perda No. 8 Tahun 1968 yang menyatakan bahwa PRJ akan menjadi agenda tetap tahunan dan diselenggarakan menjelang Hari Ulang Tahun Jakarta yang dirayakan setiap tanggal 22 Juni. Syamsudin Mangan, Ketua Kadin Indonesia ketika itu dinilai berjasa dalam penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta yang mengubah wajah Pasar Malam Gambir yang kemudian terkenal dengan Djakarta Fair yang “bermutasi” menjadi Jakarta Fair atau lebih dikenal dengan Pekan Raya Jakarta. Karena kegigihan Syamsuddin Mangan Djakarta Fair mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sayang, sebelum melihat ide dan gagasannya terwujud Syamsuddin Mangan dipanggil yang Kuasa. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Pekan_Raya_Jakarta#Pranala_luar)

Jadi, begitulah sejarahnya sampe sekarang PRJ itu jadi event tahunan yang banyak ditunggu-tunggu orang, bukan cuma mau belanja tapi juga nikmatin permainan, festival musik, dan masih banyak lagi.

 

Sumber gambar:

https://news.detik.com/berita/d-6774149/cara-beli-tiket-prj-kemayoran-2023-dan-daftar-harganya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *